Taliban Kembali Ungkap Komitmen dengan AS untuk Tarik Pasukan


GLXGames - Kelompok Taliban kembali menegaskan komitmen pada kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk menarik pasukan di Afghanistan. Juru bicara Taliban Suhail Shaheen menyatakan pernyataan tersebut saat melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Kepala Taliban, Mullah Abdul Fhani Baradar menegaskan kembali komitmen mereka untuk tidak menyerang pasukan Amerika Serikat.

"Menurut perjanjian itu, kami tidak mengizinkan siapa pun menggunakan tanah Afghanistan untuk melawan AS dan negara-negara lain," tulis Shaheen dalam cuitannya di Twitter, Senin (29/6).

Shaheen mengatakan dalam pembicaraan tersebut Baradar dan Pompeo membahas kelanjutan kesepakatan, termasuk yang terkait dengan intra-Afghanistan dan rencana pembebasan 5.000 gerilyawan yang ditahan.

"Kami berkomitmen untuk memulai pembicaraan intra-Afghanistan," ujar Shaheen menirukan ucapan Baradar kepada Pompeo.

Pemerintah Afghanistan mengatakan pihaknya sejauh ini telah membebaskan hampir 4.000 tahanan Taliban dalam upaya memulai perundingan.


STUDIO TANGKAS adalah Agen Tangkas Online, Agen Poker Online, Agen Poker GLX
Dapatkan BONUS CASHBACK TANGKAS 10% UNLIMITED



Pompeo mengakui jika Taliban telah menahan diri untuk tidak menyerang pusat kota dan pangkalan militer di bawah kesepakatan yang terjadi pada akhir Januari lalu. Shaheen mengatakan AS meminta Taliban melakukan upaya lebih untuk mengurangi kekerasan di Afghanistan.

Diskusi terkait kelanjutan kesepakatan antara Taliban dan AS dilakukan setelah muncul laporan yang menyebut Presiden Donald Trump telah menerima pengarahan intelijen terkait peran Rusia di Afghanistan.

Laporan yang diberitakan The New York Times tersebut menyebutkan bahwa Rusia menawarkan hadiah kepada militan yang terkoneksi dengan Taliban, bila mereka berhasil membunuh prajurit Amerika Serikat di Afghanistan.

Hadiah tersebut konon berupa insentif kepada militan untuk menargetkan prajurit Amerika Serikat, bersamaan dengan upaya Trump menarik tentara dari negara tersebut dan mengakhiri perang terpanjang Amerika. Keinginan Trump itu sendiri sama seperti salah satu tuntutan utama para militan di Afghanistan.

Surat kabar tersebut, mengutip sumber resmi namun anonim, mengatakan bahwa Trump diberi tahu terkait temuan intelijen pada Maret tersebut, namun Presiden AS itu belum memberikan keputusan apa pun.

Seperti halnya Trump, Taliban juga membantah kabar yang menyebut jika mereka menerima hadiah dari Rusia.



Posted by Studio Tangkas
Studio Tangkas | Agen Tangkas Online Indonesia

WhatsApp : +855 935 89 168

Comments

Popular posts from this blog

Australia Tawarkan Warga Hong Kong Visa Permanen

Boris Johnson Ingatkan Macron Inggris Tak Akan Tunda Brexit

Napi ISIS Buat Rusuh dan Kabur dari Penjara Kurdi di Suriah