Usai Operasi Plastik, Perempuan di China Tak Bisa Tutup Mata


StudioTangkas - Seorang wanita asal Hefei, China, tidak dapat menutup mata setelah menjalani operasi plastik untuk mendapatkan kelopak mata ganda.

Dikutip Asia One, Senin (14/10), wanita yang diidentifikasikan sebagai Li itu dilaporkan melakukan operasi pertama di sebuah klinik.

Beberapa waktu setelahnya, ia kembali ke klinik karena hasilnya tidak memuaskan dan terjadi bengkak pada mata.

Klinik itu kemudian menawarkan operasi perbaikan kedua. Namun, operasi tersebut justru mengakibatkan kedua mata Li tidak dapat menutup.

Ketika pihak klinik menawarkan operasi perbaikan lanjutan, dia langsung menolak.

STUDIO TANGKAS adalah Agen Tangkas Online, Agen Poker Online, Agen Poker GLX
Dapatkan BONUS CASHBACK TANGKAS 10%




"Ini sangat terlihat bahwa mereka tidak melakukan pekerjaan dengan baik untuk saya. Mereka tidak membuat saya terlihat lebih baik, hanya membuat saya terlihat jelek," kata Li kepada Pear Video.

Kondisi tersebut membuat penglihatan Li semakin buram sehingga ia harus memutar bola mata ke atas agar bisa memejamkan mata.

Pihak klinik mengklaim kondisi Li baik-baik saja dan ia dapat sembuh perlahan. Menurut pihak klinik, kondisi dialami Li tersebut merupakan dampak dua operasi yang dijalankan berturut-turut.

Sebab, mereka menjelaskan apabila operasi kedua dilakukan saat luka dari operasi pertama belum pulih, maka dampaknya bisa lebih besar.

Li mengaku mengalami kerugian sebesar US$2.500 atau sekitar Rp35,4 juta akibat operasi tersebut. Dia pun meminta biaya kompensasi dengan jumlah yang sama dari pihak klinik.

Setelah melalui negosiasi panjang, pihak klinik akhirnya memberikan ganti rugi sebesar US$5.809 atau setara Rp82,3 juta.


Posted by Studio Tangkas
Studio Tangkas | Agen Tangkas Online Indonesia

WhatsApp : +855 935 89 168

Comments

Popular posts from this blog

Australia Tawarkan Warga Hong Kong Visa Permanen

Boris Johnson Ingatkan Macron Inggris Tak Akan Tunda Brexit

Napi ISIS Buat Rusuh dan Kabur dari Penjara Kurdi di Suriah