Taliban Kembali Serang Pejabat Afghanistan, 5 Orang Tewas
StudioTangkas Agen Poker Online - Kelompok Taliban dilaporkan kembali menyerang dengan target pejabat pemerintah Afghanistan. Dalam serangan bom bunuh diri itu dilaporkan menelan lima korban jiwa, termasuk seorang anak.
Seperti dilansir Associated Press, Jumat (25/10), insiden itu terjadi di Provinsi Nangarhar. Menurut juru bicara pemerintah setempat, Attaullah Khogyani, serangan Taliban menargetkan iring-iringan kendaraan yang membawa pejabat badan intelijen Afghanistan.
Khogyani menyatakan sebanyak 17 orang terluka dalam serangan itu. Enam di antaranya adalah aparat keamanan.
Aksi kekerasan di Nangarhar dilaporkan semakin meningkat. Sebab di wilayah itu bercokol kelompok Taliban dan Negara Islam (ISIS) Afghanistan.
Kedua kelompok itu saling bertikai. Pekan lalu lebih dari 60 orang meninggal akibat serangan teror di sebuah masjid, dan mengakibatkan seratus orang terluka.
Seperti dilansir Associated Press, Jumat (25/10), insiden itu terjadi di Provinsi Nangarhar. Menurut juru bicara pemerintah setempat, Attaullah Khogyani, serangan Taliban menargetkan iring-iringan kendaraan yang membawa pejabat badan intelijen Afghanistan.
Khogyani menyatakan sebanyak 17 orang terluka dalam serangan itu. Enam di antaranya adalah aparat keamanan.
Aksi kekerasan di Nangarhar dilaporkan semakin meningkat. Sebab di wilayah itu bercokol kelompok Taliban dan Negara Islam (ISIS) Afghanistan.
Kedua kelompok itu saling bertikai. Pekan lalu lebih dari 60 orang meninggal akibat serangan teror di sebuah masjid, dan mengakibatkan seratus orang terluka.
STUDIO TANGKAS adalah Agen Tangkas Online,
Agen Poker Online, Agen Poker GLX
Dapatkan BONUS CASHBACK TANGKAS 10%
Sampai saat ini belum ada yang menyatakan bertanggung jawab atas kejadian itu.
Taliban juga mengklaim China bakal menjadi tuan rumah dialog Intra-Afghan guna membahas masalah Afghanistan. Konferensi itu bakal digelar pada 29 sampai 30 Oktober mendatang.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada September lalu telah mengundang para pemimpin Taliban untuk bertemu. Namun dia menarik undangan itu dan mengakhiri pembicaraan setelah serangan Taliban di Kabul menewaskan seorang tentara AS. Sejak saat itu proses negosiasi mandek.
Dalam persyaratan perundingan damai, AS menyatakan hanya akan menyisakan 8000 serdadu di Afghanistan, sebelum ditarik secara keseluruhan. Sebagai gantinya Taliban berjanji tidak akan memberikan tempat persembunyian bagi kelompok teroris.
Meski tak mencapai kesepakatan, Jenderal Scott Miller, yang memimpin pasukan AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afghanistan, mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menarik 2.000 tentara dari wilayah itu selama setahun terakhir.

Comments
Post a Comment