India Cabut Larangan Ekspor Hydroxychloroquine


StudioTangkas - India mencabut larangan ekspor hydroxychloroquine yang selama ini penggunaannya digaungkan Presiden Donald Trump untuk mengobati pasien terinfeksi virus corona.

Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri India dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa hydroxychloroquine dan formulasinya saat ini bebas untuk diekspor.

"Departemen Farmasi telah menyetujui pencabutan larangan ekspor hydroxychloroquine API sebagai formulasinya," tulis Menteri Bahan Kimian dan Pupuk India, Sadananda Gowda dalam cuitan Twitter.

Gowda mengatakan produsen, kecuali unit yang berorientasi ekspor dan mereka yang berada di zona ekonomi khusus, masih harus memasok 20 persen dari produksi mereka untuk pasar domestik.

Mengutip AFP, badan riset biomedik India merestui penggunaan hydroxychloroquine sebagai obat pencegahan terhadap infeksi virus corona.


STUDIO TANGKAS adalah Agen Tangkas Online, Agen Poker Online, Agen Poker GLX
Dapatkan BONUS CASHBACK TANGKAS 10% UNLIMITED



India menyumbang 70 persen dari produksi global hydroxychloroquine, yang juga digunakan untuk mengobati malaria, lupus dan rheumatoid arthritis. India merupakan negara pengekspor utama obat generik global yang sempat melarang ekspor obat dan formulasinya pada Maret lalu ketika Covid-19 mengganggu rantai pasokan.

Tetapi pada April lalu India melonggarkan beberapa pembatasan dan mengirimkan 50 juta tablet chloroquine ke Amerika Serikat.

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (17/6) resmi menghentikan uji coba hydroxychloroquine sebagai obat bagi pasien Covid-19.

Perwakilan Program Kesehatan Darurat WHO, Ana Maria Henao Restrepo, mengatakan bahwa keputusan ini diambil setelah uji coba pihaknya menunjukkan penggunaan hydroxychloroquine tak mengurangi tingkat kematian pasien Covid-19.

"Setelah berbagai pertimbangan, mereka menyimpulkan bahwa hydroxychloroquine akan dihentikan dari program percobaan," ujar Restrepo.



Posted by Studio Tangkas
Studio Tangkas | Agen Tangkas Online Indonesia

WhatsApp : +855 935 89 168

Comments

Popular posts from this blog

Australia Tawarkan Warga Hong Kong Visa Permanen

Boris Johnson Ingatkan Macron Inggris Tak Akan Tunda Brexit

Napi ISIS Buat Rusuh dan Kabur dari Penjara Kurdi di Suriah